Pasang Panel Bisa di Atap dengan Sangat Menguntungkan

Kini telah kian banyak rumah-rumah yang menggunakan panel surya di atap untuk memenuhi keperluan listrik pada siang hari. Tetapi pemakainya masih terbatas di masyarakat kelas menengah atas. Karena, tarif yang diperlukan setidaknya Rp 15 juta, belum relatif murah masyarakat Indonesia pada biasanya.

Panel Surya

Sedangkan demikian, uang yang diinvestasikan untuk memasang panel surya dapat seketika kembali dalam 4 tahun. Panel surya memberi manfaat lantas berupa penghematan tagihan listrik.

“Pasang solar panel 1 kWp biayanya sekitar Rp 15 juta. Tetapi dengan listrik yang diproduksi panel surya, tagihan listrik PLN jadi turun. Kaprah-kaprah 7 tahun dapat balik modal” kata Ketua Asosiasi Kekuatan Bisa Indonesia (AESI), Arya Rezavidi, terhadap detikFinance, Jumat (15/9/2017).

Baca juga: Modal Rp 15 Juta Bisa Listrik 1.000 W/Hari dari Sang, Berharap?

Panel surya dengan kapasitas 1 kWp bisa menciptakan listrik selama 8 jam dari pukul 08.00 hingga 16.00. Dengan intensitas cahaya sang surya di Jakarta, sempurna yang diciptakan kurang lebih 3,5 kWh. Karenanya konsumsi listrik dari PLN berkurang 3,5 kWh per hari atau sepadan dengan Rp 5.000 (biaya listrik PLN Rp 1.400/kWh). Berarti dalam sebulan, tagihan listrik berkurang Rp 150.000.

Di tempat-tempat lain yang cahaya mataharinya lebih kuat, umpamanya Nusa Tenggara Timur (NTT), listrik yang diciptakan dapat hingga 4-4,5 kWh per hari bisa digunakan untuk lampu pju.

“Sekiranya listrik dari panel surya diaplikasikan 3,5 jam per hari saja, menciptakan listrik 3,5 kWh, karenanya dalam sebulan jadi sekitar 100 kWh. Penghematannya ialah 100 dikali Rp 1.400/kWh (biaya listrik PLN), itu yang dihemat,” paparnya.

Di tahun ke-8 dan seterusnya, pemilik rumah telah merasakan profit dari panel surya. Kekuatan dari cahaya sang surya tentu tidak akan habis, cuma mahal di permulaan saja melainkan berikutnya benar-benar murah, dan tak menciptakan polusi seperti halnya kekuatan fosil.

Baca juga: Pasang Panel Bisa, Tagihan Listrik Dapat Hemat Rp 1 Juta/Bulan

Arya menambahkan, harga panel surya dan baterai pembangkit listrik daya surya kian murah, popularitas harganya ke depan makin turun. “Ke depan akan ada revolusi di kelistrikan. Dalam 2-3 tahun terakhir panel surya roof top booming di Jepang, Jerman, Australia, dan sebagainya,” tegasnya.

Kini diperkirakan ada 10 juta rumah di Pulau Jawa yang termasuk kelas menengah atas. Sekiranya sepersepuluhnya saja memasang solar panel berkapasitas 1 kWp di atap rumah, telah ada tambahan listrik 1.000 Megawatt (MW) dari daya surya.

Jika optimistis panel surya bakal populer di Indonesia. Bersama pemerintah dan beragam asosiasi lainnya, AESI membidik pemasangan panel surya di sejuta atap rumah. “Sekiranya 1 juta rumah saja pasang 1 kWp, berarti telah 1.000 MW, telah cukup besar,” tutupnya. (mca/mkj)


About Pritter

Add your Thoughts

Your email address will not be published. Required fields are marked *