Keranda Ambulance

Keranda Ambulance. Terlantar, Ibu Hamil Ini Hidup di Keranda Mayat Kuburan Semampir.

keranda AmbulanceWarga Kota Kediri, Jawa Timur, digegerkan oleh seorang perempuan hamil yang ditemukan tinggal dalam tempat penyimpanan keranda mayat Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Semampir.

Kepala Bidang Kentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kediri Nur Khamid mengatakan, petugasnya menemukan perempuan itu terlantar di TPU Semampir, Rabu (4/10/2017).

“Dia mengaku bernama Alin, usianya 28 tahun. Dia sedang hamil tua kalau melihat dari perutnya. Kami mengevakuasinya setelah mendapat laporan dari pengurus Masjid Baitusallam, Sholi,” tutur Khamid, Kamis (5/10).

Menurut laporan Sholi, Alin sudah sepekan terakhir tidur di ruang penyimpanan keranda mayat TPU Semampir.

Warga yang mengetahui keberadaan Alin pernah bertanya mengenai asal-usulnya. Namun, jawaban perempuan itu selalu membingungkan, sehingga warga memutuskan melapor ke Satpol PP.

“Kami juga kesulitan meminta keterangan darinya. Pengakuannya selalu berubah-ubah. Dia mengaku pernah punya suami di Gampengrejo, Kediri. Dia pergi dari rumah karena diusir keluarga,” terang Khamid.

Tapi, ketika ditanya oleh petugas yang berbeda, Alin mengakui sudah bercerai dari sang suami. Perempuan itu juga mengakui sudah mendapat izin dari juru kunci TPU Semampir untuk tinggal di pekuburan tersebut.

Kekinian, kata Khamid, sedang dirawat di Puskesmas Baluwerti karena saat ditemukan, kondisinya sangat tak terawat. Kondisi itu dikhawatirkan memengaruhi kesehatan Alin dan bayi dalam kandungannya.

Sementara Satpol PP sedang memeriksa kebenaran pengakuan Alin bahwa yang bersangkutan berasal dari Desa Gampengrejo.

“Berterima aja sama yang Maha Kuasa, masih diberi usia,” kata Dorce. Menariknya, Dorce juga menunjukkan keranda jenazah mayat miliknya. Keranda itu terbuat dari besi dan telah dipersiapkan Bunda Dorce untuk mengantarkan jasadnya kelak menuju liang lahat. Keranda yang tertutup kain hitam dan hijau itu tersimpan di sebuah ruangan berukuran tiga kali empat persegi di samping rumahnya.

“Usia gue telah tua, telah saatnya mempersiapan kematian gue. Nggak ada yang salah kan kalo gue nyipain keranda buat gue sendiri. Kita meninggal di tangan Kuasa dan nggak ada yang tahu kapan. Ibu aku meninggal di umur 40 tahun, Olga Syahputra meninggal di umur 33 tahun, nggak ada yang tahu, kan,” pungkasnya.


About Pritter

Add your Thoughts

Your email address will not be published. Required fields are marked *