Ini lho Ketakutan-Ketakutan yang Cewek Rasakan Saat Sudah Pacaran (Kelewat) Lama Sama Kamu

katakan.net – Siapa sih yang nggak mau hubungannya bersama pasangan bertahan hingga tahunan? Mulai dari jaman SMP atau SMA yang masih sama-sama alay, hingga ke jenjang kuliah yang sudah mulai mandiri, dan kini sudah sama-sama punya penghasilan dan bisa dibilang dewasa. Tapiiii, bener juga sih kalau sebagian orang bilang, kadang yang dirasakan seseorang itu justru nggak seperti kelihatannya.

Ya, demikianlah. Banyak yang pacaran menahun atau telah (terlalu) lama seperti angsuran mobil atau KPR. Sukai iri lihatnya. Tetapi yang kita pandang demikian mujur serta bahagia, nyatanya mereka malah demikian sebaliknya. Dari pojok pandang wanita persisnya, kami yang telah jalan bersamamu sepanjang demikian lama nyatanya menaruh ketakutan sendiri.

Ketakutan yang takut kami untuk kepadamu, tentang hubungan ini. Dibalik kedok bahagianya kami bisa mendampingimu demikian lama, ada resah yang tidak kunjung bersudahan.

Hal paling menakutkan untuk kami, adalah saat kelak merasakan nyatanya anda tidaklah jodoh yang di pelaminan sama-sama temani

Hidup ini tentang misteri. Mati, rejeki, jodoh, semuanya di tangan Tuhan. Sekalipun tidak ada jaminan, dia yang bapaknya kaya akan turut kaya juga. Sama seperti dengan dia yang pacaran sepuluh th. tentu bakalan jadi juga. Tahukah kalian, berikut ketakutan paling besar kami yang sudah bersamamu demikian lama merajut hubungan. Jangankan pacaran, yang telah lamaran saja nikahnya dapat batal, dikarenakan nyatanya dia bukanlah jodoh yang diambil Tuhan.

Bila Tuhan maunya saya nikah sama anda, pacarmu dapat apa???

Soalnya hal kaya gini juga telah cukup seringkali berlangsung di sekitaran kami. Seolah adaaaaaaaaa saja sebab yang nanti jadikan hubungan tidak sekali lagi searah, kadang-kadang memanglah tidak dapat masuk di nalar. Berpacaran sepanjang bertahun th., lalu putus – belum juga pernah patah hati, pada akhirnya anda jadi menikah dengan orang yang lain. Apa rasa-rasanya?

Dalam diam, kami kadang-kadang mengkhayalkan sakit hati begini. Ketahui beberapa narasi semacam, maafkan kami bila jadi memperoleh daya negatif serta menaruh ketakutan dalam diri.

Telah pacaran lama, tapi belum juga mengetahui orangtua. Kadang-kadang kami memikirkan, bagaimana bila orang tuamu jadi telah menjodohkanmu dengan yang lain?
keinginan beberapa orang, menginginkan pas dengan ortu pasangannya

Masih tetap seirama dengan yang pertama, tak tahu mengapa demikian takutnya kami juga akan fakta yang berlangsung nanti. Maafkan impian kami yang terbang (sangat) tinggi serta selesai dengan menerka-nerka. Memanglah, saat ini bukanlah sekali lagi zaman Siti Nurbaya, tapi bukanlah tidak mungkin saja kan bila peristiwa sama juga akan berlangsung sekali lagi pada masa kita. Ya, mudah-mudahan bukanlah denganku atau denganmu selanjutnya.

Pikirkan sampai kini hubungan yang ditempuh cuma melibatkan kita berdua, sedikit banyak kami mulai cemas. Orang tuamu belum juga mengetahui kami, bukanlah tidak mungkin saja kan bila mereka tidak suka pada kami nanti? Atau bahkan juga tanpa ada sepengetahuanmu sendiri, nyatanya mereka telah mempersiapkan wanita lain-anak-kawan-atau-kerabatnya untuk temani hari tua anak lelakinya?

Ah, lagi maafkan impian jelek kami. Tapi, tidakkah yang berlangsung didunia ini bukanlah saja hal baik?

Orang ke-3 dapat ada pada hubungan siapapun, tidak kecuali kita kan? Bukanlah, bukanlah punya maksud sangsi kepadamu. Ah entah~
siapa yang menginginkan begini?

Siapa yang ingin hubungan diganggu oleh pihak ke-3? Selesai dengan perselingkuhan memanglah sekalipun bukanlah pilihan. Tidak juga akan jadi pilihan semuanya pasangan, bukanlah demikian? Sama seperti dengan kami. Nikmati hubungan kita demikian th. lamanya, dengan adem ayem saja, seolah telah miliki ritme serta suara, dengan kondisi yang senantiasa baik-baik saja. Saat beberapa orang melihat hubungan ini prima, kami malah ketakutan.

Tahukah kalian, lihat serta dengarkan kawan kami disakiti serta lalu hubungan berhenti, buat fikiran kami selalu berlari-lari. Apa iya ada hubungan yang selalu bertahan lama tidak ada badai yang menegur? Bagaimana bila sebagian waktu sekali lagi nyatanya malah giliran kita? Tak tahu siapa yang tergoda duluan pada seorang ke-3, kami atau anda.

Tidak, bukanlah kami sangsi pada prinsip serta kesetiaanmu, sekalipun bukanlah. Tapi, ah kami sendiri bahkan juga tidak dapat menerangkan darimana sumber semua ketakutan. Demikian lama bersama-sama denganmu, kami telah lupa bagaimana rasa-rasanya sakit hati.

Kamu paham.kamu mengerti apa sejatinya yang kami kuatirkan dari hal semacam ini? Saat kami sakit hati, serta nyatanya jadi tidak dapat hadapi, tidak mampu sekali lagi tegar berdiri.


About Pritter

Add your Thoughts

Your email address will not be published. Required fields are marked *