E-Commerce Dipajaki, Tokopedia Takut Pedagangnya Kabur

Tokopedia menyatakan kekhawatirannya dengan rencana pemerintah memberlakukan pungutan pajak bagi pelaku bisnis berbasis elektronik alias e-commerce. Tokopedia menyatakan jika e-commerce dikenakan pajak, maka banyak penjual di aplikasinya akan beralih ke media sosial.

“Kalau e-commerce diberi pajak, semuanya penjual juga akan kabur berjualan ke sosial media, ” kata Chief of Staff Tokopedia Melissa Siska Juminto di Jakarta, Kamis, 9 November 2017.

Menurut Melissa bila itu berlangsung, jadi pemerintah sendiri yang juga akan rasakan efek buruknya. Menurutnya, berjualan di sosial media dari bagian keamanan begitu kurang. Sebab, sosial media memanglah bukan didesain untuk berjualan.

Diluar itu, kata dia, pemerintah juga semakin lebih susah memonitor transaksi penjualan di sosial media. Pemerintah kata dia juga semakin lebih sulit menarik pajak dari penjualan di sosial media. “Kalau yang berjualan di media sosial tidak diregulasi efeknya semakin lebih jelek ke negara, ” kata dia.

Meskipun demikian, Melissa mengakui Tokopedia senantiasa mensupport usaha pemerintah. Tapi masalah masalah pajak, dia mengharapkan pemerintah bisa lihat level playing field untuk pedagang yang berjualan di sosial media. Meskipun demikian, Melissa mengakui Tokopedia senantiasa mensupport usaha pemerintah. Tapi masalah masalah pajak, dia mengharapkan pemerintah bisa lihat level playing field untuk pedagang yang berjualan di sosial media.

Terlebih dulu, pemerintah merencanakan memberlakukan pajak untuk aktor e-commerce. Pemerintah merencanakan kenakan tiap-tiap transaksi dengan memakai data pembayaran transaksi lewat gerbang pembayaran nasional dengan kata lain National Payment Gateway. NPG sendiri juga akan diawasi oleh Bank Indonesia. NPG sendiri juga akan diawasi oleh Bank Indonesia.

Belum juga di ketahui besaran pajak yang juga akan diberlakukan pemerintah. Walau gosip itu telah mengedar mulai sejak pertengahan th. lantas, sampai sekarang ini pemerintah belum keluarkan ketentuan mengenai pajak e-commerce. Sumber: siamplop.net


About Pritter

Add your Thoughts

Your email address will not be published. Required fields are marked *