Presiden Diminta Gunakan Kewenangan Resmikan Makam Tan Malaka

Pemerintah Indonesia diminta segera meresmikan makam Pahlawan Kemerdekaan Nasional Ibrahim Datuk Tan Malaka di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Sebagai Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara, Presiden Joko Widodo diminta turun tangan menggunakan kewenangannya.

” Kami telah kirim surat audiensi ke Presiden. Belumlah ada konfirmasi atau jawaban, ” tutur Direktur Eksekutif Tan Malaka Institute (TMI) Khatibul Umam pada SINDOnews. com pada Rabu (11/10/2017). Umam yang politisi Partai Demokrat di DPR menilainya, peresmian resmi makam Tan Malaka mesti selekasnya dikerjakan.

Hasil tes DNA mengatakan 98% kerangka manusia yang terkubur di lereng Gunung Wilis Kediri yaitu Tan Malaka. Dari 14 item tes DNA, 9 item salah satunya identik dengan pahlawan asal Pandam Gadang Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Tes DNA berjalan pada 2009. Umam menilainya tak ada argumen negara tidak untuk selekasnya resmikan makamnya (Tan Malaka). ” Karena itu kami percaya juga akan di terima (Presiden Jokowi), ” terangnya. Yg tidak kalah perlu, menurut Umam peresmian makam Tan Malaka terkait erat dengan hak Tan jadi Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Presiden Soekarno lewat Ketentuan Presiden No. 53 Tahun 1963 mengambil keputusan Tan Malaka jadi pahlawan kemerdekaan nasional. Bung Karno menerbitkan Kepres itu pada 23 Maret 1963. Untuk Umam, Tan Malaka tidak cuma pahlawan kemerdekaan nasional.

Malaka juga rencanator Republik Indonesia. Ide Republik Indonesia keluar pertama kalinya di bukunya Naar de Republik (1925) sebagai bacaan harus beberapa tokoh gerakan nasional saat itu, termasuk juga Bung Karno, Hatta serta Sjahrir.

Karena itu, telah sepatutnya negara selekasnya memberi hak-haknya jadi pahlawan yang berjasa besar pada republik ini. ” Tan Malaka Pahlawan Kemerdekaan Nasional tetapi hingga hari ini hak-hak beliau jadi pahlawan belum juga dikerjakan oleh pemerintah, ” tandas Umam.

Berkaitan Tan Malaka, Khatibul Umam juga menyebutkan TMI selalu merajut komunikasi dengan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Satu tahun lantas Umam mengakui berjumpa Khofifah manfaat membahas hal semacam ini. ” Satu tahun lantas kami berjumpa Mensos untuk bicara masalah ini. Karena itu kami yakin, audiensi yang kita kemukakan ke Presiden juga akan di terima, ” ujarnya.

Sempat dikabarkan terlebih dulu, keluarga Tan Malaka serta orang-orang Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat lakukan upacara kebiasaan penjemputan jenazah Tan Malaka. Keluarga menginginkan mengubahkan kerangka Tan dari Selopanggung, Kabupaten Kediri ke Limapuluh Kota.

Baca Juga: Ucapan Hari Pahlawan

Orang-orang Limapuluh Kota memegang kepercayaan kebiasaan kalau Ibrahim adalah Raja Kebiasaan Bungo Setangkai yang bergelar Datuk Tan Malaka. Ibrahim adalah Datuk Tan Malaka ke IV. Sayang, usaha perpindahan kerangka jenazah itu tidak berhasil karena Pemkab Kediri tidak mengizinkan.

Pihak keluarga pada akhirnya cuma membawa pulang tujuh kepal tanah yang di ambil dari kuburan Tan Malaka.


About Pritter

Add your Thoughts

Your email address will not be published. Required fields are marked *